Resistor

Belum tahu apa itu Resistor? Ketahui semua informasi tentang Resistor hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Oleh: Rendy Andriyanto
Mengenal Apa itu Resistor

Pengertian Resistor

Resistor merupakan salah satu komponen elektronik yang paling fundamental. Fungsi utama dari resistor adalah untuk mengatur arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Resistansi, yang diukur dalam satuan ohm, menentukan seberapa besar resistor dapat menghambat aliran listrik. Resistansi ini tergantung pada material, panjang, dan luas penampang dari resistor tersebut.

Dalam praktiknya, resistor membantu dalam mengontrol dan mendistribusikan arus listrik secara tepat sehingga komponen lain dalam rangkaian bisa beroperasi dengan baik. Misalnya, pada rangkaian LED sederhana, resistor digunakan untuk memastikan bahwa LED menerima arus yang tepat agar bisa menyala tanpa terbakar.

Fungsi Resistor

Pada umumnya, resistor memiliki 3 fungsi, antara lain:

  1. Pembagi Tegangan: Salah satu fungsi utama dari resistor adalah sebagai pembagi tegangan. Dalam rangkaian pembagi tegangan, resistor digunakan untuk menghasilkan tegangan output yang lebih rendah dari tegangan input.
  2. Pengatur Arus: Resistor berperan penting dalam mengatur besar arus yang mengalir dalam rangkaian. Ini berguna untuk melindungi komponen lain yang sensitif terhadap arus tinggi.
  3. Pemanas: Dalam beberapa aplikasi, resistor digunakan sebagai pemanas. Arus yang mengalir melalui resistor menghasilkan panas akibat hambatan.

Jenis Resistor

Terdapat 3 jenis utama resistor, yaitu:

  1. Resistor Tetap: Resistor jenis ini memiliki nilai resistansi yang tetap dan tidak bisa diubah. Resistor tetap biasanya terbuat dari karbon, logam film, atau oksida logam. Cocok digunakan dalam rangkaian di mana nilai resistansi yang konstan diperlukan.
  2. Resistor Variabel: Dikenal juga sebagai potensiometer. Resistor ini memungkinkan pengguna untuk mengatur nilai resistansinya. Biasanya digunakan dalam pengaturan volume pada perangkat audio.
  3. Resistor Khusus: Termasuk di dalamnya adalah termistor, LDR (Light Dependent Resistor), dan VDR (Voltage Dependent Resistor). Termistor bereaksi terhadap perubahan suhu, LDR terhadap intensitas cahaya, dan VDR terhadap tegangan listrik.

Tabel Kode Warna Resistor dan Penjelasannya

Dalam memahami kode warna resistor, tabel berikut dapat sangat membantu. Tabel ini menjelaskan arti dari setiap warna yang digunakan pada pita-pita resistor:

Kode Warna Resistor dan Cara Membacanya

Penjelasan tabel pada gambar di atas:

  • Angka: Kolom ini menunjukkan nilai numerik yang berkorespondensi dengan warna tertentu pada dua atau tiga pita pertama resistor.
  • Pengali: Kolom ini menentukan faktor pengali yang diterapkan pada angka-angka yang telah diperoleh dari pita pertama dan kedua (atau ketiga). Misalnya, jika pita pengali adalah merah, angka yang diperoleh dari pita pertama dan kedua harus dikalikan dengan 100.
  • Toleransi: Menunjukkan seberapa akurat nilai resistansi resistor dibandingkan dengan nilai yang ditunjukkan oleh kode warnanya. Toleransi yang lebih rendah berarti keakuratan yang lebih tinggi.
  • Koefisien Suhu: Hanya berlaku untuk resistor dengan enam pita, menunjukkan perubahan resistansi yang diharapkan per derajat perubahan suhu. Angka ini penting dalam aplikasi di mana resistor akan mengalami fluktuasi suhu yang besar.

Cara Membaca Kode Warna pada Resistor

Dalam dunia elektronika, memahami kode warna pada resistor adalah keterampilan dasar yang sangat penting. Kode warna ini adalah metode yang digunakan untuk menandai nilai resistansi, toleransi, dan terkadang koefisien suhu dari resistor. Berikut adalah penjelasan mendetail tentang cara membaca kode warna pada resistor:

1. Kode warna standar

Resistor biasanya memiliki empat, lima, atau enam pita warna. Masing-masing warna mewakili angka tertentu: hitam (0), coklat (1), merah (2), oranye (3), kuning (4), hijau (5), biru (6), ungu (7), abu-abu (8), dan putih (9). Pita pertama dan kedua (atau ketiga pada resistor dengan lima atau enam pita) mewakili angka pertama dan kedua dari nilai resistansi.

2. Pita pengali

Pita ketiga (atau keempat pada resistor lima dan enam pita) adalah ‘pengali’, yang menentukan berapa banyak nol yang harus ditambahkan setelah dua angka pertama. Warna pengali ini berkisar dari hitam (pengali 1) hingga putih (pengali 9), termasuk warna emas dan perak yang mewakili pengali 0.1 dan 0.01.

3. Pita toleransi

Pita keempat (atau kelima pada resistor lima dan enam pita) menunjukkan toleransi resistor. Toleransi ini memberitahukan seberapa akurat nilai resistansi tersebut. Emas mewakili toleransi 5%, perak 10%, dan tidak ada pita berarti toleransi 20%.

4. Koefisien suhu (opsional)

Pada resistor dengan enam pita, pita keenam menunjukkan koefisien suhu, yang memberitahu kita seberapa banyak nilai resistansi berubah dengan suhu.

Contoh Membaca Kode Warna pada Resistor

Berikut adalah contoh bagaimana membaca kode warna pada resistor berdasarkan jumlah gelangnya.

1. Resistor 4 Gelang

Misalkan kita memiliki resistor dengan kode warna merah, coklat, oranye, dan emas.

  • Dua Angka Pertama: Merah dan coklat mewakili angka 2 dan 1, berturut-turut.
  • Pengali: Oranye merepresentasikan pengali 1,000.
  • Toleransi: Emas menunjukkan toleransi 5%.

Jadi, resistor ini memiliki nilai resistansi 21 kΩ dengan toleransi ±5%.

2. Resistor 5 Gelang

Ambil contoh resistor dengan kode warna hijau, biru, hitam, merah, dan coklat.

  • Tiga Angka Pertama: Hijau, biru, dan hitam berarti 5, 6, dan 0.
  • Pengali: Merah mewakili pengali 100.
  • Toleransi: Coklat menunjukkan toleransi 1%.

Nilai resistansi adalah 560 Ω dengan toleransi ±1%.

3. Resistor 6 Gelang

Sebagai contoh, kita memiliki resistor dengan kode warna kuning, violet, coklat, hitam, merah, dan biru.

  • Tiga Angka Pertama: Kuning, violet, dan coklat adalah 4, 7, dan 1.
  • Pengali: Hitam merepresentasikan pengali 1.
  • Toleransi: Merah menunjukkan toleransi 2%.
  • Koefisien Suhu: Biru menunjukkan koefisien suhu (biasanya diukur dalam ppm/K).

Resistor ini memiliki resistansi 471 Ω dengan toleransi ±2% dan koefisien suhu tertentu.

Kabar Terkait

Kamus IT -

Refresh Rate

Belum tahu apa itu Refresh Rate? Ketahui semua informasi tentang Refresh Rate hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Memahami Definisi Refresh Rate
Kamus IT -

Roaming

Belum tahu apa itu Roaming? Ketahui semua informasi tentang Roaming hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Memahami Definisi Roaming
Kamus IT -

Ransomware

Belum tahu apa itu Ransomware? Ketahui semua informasi tentang Ransomware hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Memahami Definisi Ransomware
Kamus IT -

ROM (Read-Only Memory)

Belum tahu apa itu ROM (Read-Only Memory)? Ketahui semua informasi tentang ROM (Read-Only Memory) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

ROM (Read-Only Memory)
Kamus IT -

RFID (Radio Frequency Identification)

Belum tahu apa itu RFID (Radio Frequency Identification)? Ketahui semua informasi tentang RFID (Radio Frequency Identification) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

RFID (Radio Frequency Identification)