Augmented Reality (AR)

Belum tahu apa itu Augmented Reality (AR)? Ketahui semua informasi tentang Augmented Reality (AR) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Oleh: Rendy Andriyanto
Augmented Reality (AR)

Augmented Reality (AR). Gambar dibuat oleh Bing AI Image Creator

Definisi Augmented Reality (AR)

Menurut Ronald Azuma, seorang peneliti yang diakui di bidang AR, “AR menggabungkan dunia nyata dan virtual, interaktif secara real-time, dan terdaftar dalam 3D.”

Definisi ini menekankan tiga aspek penting dari AR: kombinasi dunia nyata dan virtual, interaktivitas dalam waktu nyata, dan penggunaan lingkungan tiga dimensi.

Pengertian AR

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi canggih yang menggabungkan elemen-elemen digital dengan lingkungan fisik pengguna, secara real-time dan dalam konteks tiga dimensi.

AR secara harfiah berarti “kenyataan yang diperbesar” atau “kenyataan yang diperluas”, dan istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan proses penambahan grafik komputer, suara, haptik atau data sensor lainnya ke dunia nyata.

Fungsi dan Tujuan AR

Fungsi utama dari AR adalah untuk mengubah persepsi dunia nyata melalui perangkat digital. Teknologi AR mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia nyata, dengan memberikan informasi tambahan, memperkaya pengalaman pengguna, dan membantu dalam tugas tertentu. Tujuan AR adalah untuk membuat dunia nyata menjadi lebih interaktif dan informatif.

Tidak kalah seperti kecerdasan buatan, AR juga dapat digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kedokteran, hingga industri hiburan. Dalam pendidikan, AR dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar dengan membuat materi lebih menarik dan interaktif.

Di bidang kedokteran, AR bisa digunakan untuk membantu prosedur medis atau bedah dengan menyajikan informasi penting dalam pandangan dokter.

Cara Kerja AR dan Contoh Penerapannya

AR bekerja dengan menggunakan kombinasi dari berbagai teknologi seperti sensor, komputer, dan tampilan untuk menyajikan informasi virtual ke dunia nyata.

Umumnya, perangkat AR menggunakan kamera untuk menangkap gambar lingkungan nyata, kemudian komputer akan menganalisis gambar tersebut untuk menentukan bagaimana dan di mana elemen virtual harus ditempatkan.

Kemudian, elemen virtual tersebut akan ditampilkan di atas gambar nyata melalui tampilan, seperti layar smartphone atau kacamata AR.

Sebagai contoh, dalam game Pokemon Go, AR digunakan untuk menampilkan karakter Pokemon dalam lingkungan nyata melalui layar smartphone.

Aplikasi lainnya seperti IKEA Place memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan bagaimana furniture IKEA akan terlihat di rumah mereka sebelum membeli.

Sejarah AR

Sejarah AR dimulai pada tahun 1968, ketika Ivan Sutherland dan Bob Sproull mengembangkan sistem yang disebut “The Sword of Damocles”.

Sistem ini adalah pendahulu AR dan VR (Virtual Reality), menghasilkan tampilan grafis 3D sederhana yang bisa dipandang melalui helm berat yang digantung dari langit-langit. Walaupun primitif, sistem ini menjadi tonggak awal dalam sejarah AR.

Pada tahun 1992, Louis Rosenberg dari U.S. Air Force’s Armstrong Labs mengembangkan sistem AR pertama yang sepenuhnya imersif, yang disebut “Virtual Fixtures”.

Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam melakukan tugas-tugas manual dalam lingkungan yang berbahaya.

Tahun 1998 menjadi tonggak sejarah AR dalam industri hiburan, ketika sistem AR pertama kali digunakan dalam siaran televisi.

Hal ini terjadi dalam pertandingan sepak bola NFL, di mana AR digunakan untuk menampilkan garis pertama-down yang ‘diproyeksikan’ pada lapangan dalam siaran langsung.

Pada tahun 2000, Hirokazu Kato mengembangkan ARToolKit, sebuah perpustakaan perangkat lunak open-source yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi AR. Ini membuka jalan bagi pengembangan aplikasi AR oleh pengembang independen dan perusahaan kecil.

Perkembangan signifikan lainnya adalah pada tahun 2016, dengan peluncuran game Pokemon Go oleh Niantic.

Game ini menggunakan AR untuk memungkinkan pemain ‘menangkap’ Pokemon yang muncul dalam lingkungan nyata mereka melalui layar smartphone mereka. Ini merupakan aplikasi AR pertama yang mencapai adopsi massal, dan membuka mata dunia terhadap potensi AR

Jenis-jenis AR

Ada empat jenis AR yang umum digunakan, yaitu marker-based AR, markerless AR, projection-based AR, dan superimposition-based AR.

  • Marker-based AR: Dalam jenis ini, AR menggunakan objek fisik, atau ‘marker’, sebagai pemicu untuk menampilkan konten digital. Marker ini biasanya dalam bentuk kode QR atau simbol lain yang dapat diidentifikasi oleh perangkat. Ketika perangkat mengenali marker, konten digital diproyeksikan ke atasnya. Contohnya adalah aplikasi seperti Aurasma dan Layar.
  • Markerless AR: Markerless AR, juga dikenal sebagai position-based AR, menggunakan data dari sensor GPS, akselerometer, dan kompas pada perangkat untuk menyediakan konten AR berdasarkan lokasi pengguna. Contohnya termasuk aplikasi seperti Pokemon Go dan Google Sky Map.
  • Projection-based AR: Teknologi ini melibatkan proyeksi cahaya buatan ke permukaan fisik dan memungkinkan interaksi manusia dengan cahaya tersebut. Contoh paling umum adalah teknologi holografik dan aplikasi seperti SixthSense.
  • Superimposition-based AR: Dalam jenis AR ini, objek asli dapat sebagian atau sepenuhnya digantikan oleh objek sintetis. Aplikasi seperti IKEA Place memungkinkan pengguna melihat bagaimana perabotan akan tampak dalam ruangan mereka.

Kabar Terkait

Kamus IT -

ARP (Address Resolution Protocol)

Belum tahu apa itu ARP (Address Resolution Protocol)? Ketahui semua informasi tentang ARP (Address Resolution Protocol) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Placeholder Featured Image
Kamus IT -

API (Application Programming Interface)

Belum tahu apa itu API (Application Programming Interface)? Ketahui semua informasi tentang API (Application Programming Interface) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Mengenal Apa itu API
Kamus IT -

Automated Machine Learning (AutoML)

Belum tahu apa itu Automated Machine Learning (AutoML)? Ketahui semua informasi tentang Automated Machine Learning (AutoML) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Memahami Definisi Automated Machine Learning (AutoML)
Kamus IT -

Artificial General Intelligence (AGI)

Belum tahu apa itu Artificial General Intelligence (AGI)? Ketahui semua informasi tentang Artificial General Intelligence (AGI) hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Memahami Definisi Artificial General Intelligence (AGI)
Kamus IT -

Altcoin

Belum tahu apa itu Altcoin? Ketahui semua informasi tentang Altcoin hanya di Kamus IT Techbuddy, mulai dari definisi, pengertian, fungsi, dan lain sebagainya

Altcoin